Hi, umurku sekarang 28 tahun, aku sudah menikah dari 19 Desember 2015, usia pernikahanku kini sudah 1 1/2 tahun namun kami belum dikaruniai anak oleh yang maha kuasa =) selama setahun pertama, siklus mensku jadi sering terlambat berhari-hari padahal sewaktu sebelum menikah tidak seperti itu. Makin besar keyakinan kalau aku hamil setiap aku datang mens terlambat. Akhirnya pada 1 tahun lebih 3 bulan kami putuskan untuk cek ke dokter, aku memilih dr. Calvin Tjong, Sp.Og karena dapat refensi dari teman-teman, cukup banyak teman ku yang memakai dr. Calvin. Katanya orangnya teliti sekali. Ok! Kami putuskan pergi ke dr. Calvin.
Pas sekali waktu itu aku datang, aku sedang didalam siklus masa subur, lalu dr. Calvin melakukan usg transvaginal untuk mengetahui kondisi sel telurku. Ketika dicek, sel telurku cukup banyak, namun sayang sekali kecil-kecil ukurannya. Seharusnya, saat itu sel telurku sudah berukuran 15-18mm, namun sel telurku hanya berukuran 5mm. dr. Calvin bertanya apakah saya naik berat badannya setelah menikah? Ya saya jawab saya naik hampir 10kg dok (saking bahagianya menikah yaa hehehe), lalu dr. Calvin menjawab itu mungkin salah satu penyebab sel telurku kecil-kecil, karena berat badanku naik terlalu drastis. Aku didiagnosa PCOS (polycystic ovary syndrome) atau sindrom ovarium polikistik merupakan kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita yang berada di usia subur. Kondisi ini menyebabkan hormon wanita yang menderita PCOS menjadi tidak seimbang karena hal-hal yang tidak diketahui.
dr. Calvin berkata aku harus banyak olahraga, PCOS juga harus mengurangi konsumsi yang manis-manis karena aku rentan akan terkena Diabetes tipe 2 nanti waktu sudah berumur lanjut. OMG... Masalah baru muncul sudah.. lalu dokter memberikan aku resep obat anti diabetes, Glucophage 500mg, harus diminum setiap hari, bahkan sampai nanti aku hamil pun aku tetap harus konsumsi dan Ovacare agar sel telurku membesar. Aku diminta untuk HSG, cek darah dan suami cek sperma.
HSG (Histerosalpingografi) harus dilakukan dihari ke 10 setelah mens pertama, HSG dikenal juga dengan pemeriksaan uterosalpingografi, adalah pemeriksaan sinar X dengan memakai cairan kontras yang dimasukkan ke rongga rahim dan saluran telur (tuba fallopii). Apa tujuannya? Untuk mengetahui kondisi saluran telur sekaligus apakah ada sumbatan dan letaknya pada saluran telur yang bisa menyebabkan infertilitas. Pemeriksaan HSG juga bisa mengevaluasi bentuk, ukuran dan struktur rongga rahim sehingga bisa mendeteksi beberapa kelainan seperti tumor jinak di rahim yang tumbuh ke arah rongga rahim (mioma uteri jenis submukosum), polip rahim, perlengketan (adesi) dinding rahim, atau kelainan bawaan rongga rahim seperti adanya sekat pada rahim (septum). Pemeriksaan ini juga bisa mengetahui penyebab keguguran berulang.
Tiba lah hari dimana aku harus HSG, sebelumnya sudah baca-baca review kalau di HSG itu sakit banget, dan benar saja saudara saudariiiiiii, sakit bangettttttt!!!! Walaupun sakitnya hanya 10-15 detik, tapi bener-bener deh kalau bisa jangan sampai ada yang kedua kalinya. Rasanya itu diperut mules sekali seperti kita lagi nahan pup tingkat 7 dijalanan yang super macet hahahaha. Hasil HSG hanya perlu ditunggu sekitar 1-2 jam. Puji Tuhan, hasilnya sangat bagus, HSG memperlihatkan morfologi cavum uteri yang normal dan tuba bilateral paten di kedua sisi.
Langkah selanjutnya adalah cek darah, yang diharuskan untuk diperiksa oleh dr.. Calvin adalah Hematologi Lengkap, Hepatitis B dan Rubella, saya melakukan cek darah di Bio Medika. Hasilnya akan keluar dalam waktu sehari. Lalu suami juga diharuskan untuk melakukan cek sperma, dr. Calvin merujuk untuk melakukan pemeriksaan di RSIA Family Pluit, hasilnya esok hari baru selesai. Menunggu besok tiba itu rasanya lama sekali. Sampai ga bisa tidur, kebetulan aku orangnya agak pemikir hehe. Apalagi mau punya anak, orang-orang bilang jangan dipikirin nanti ga dapet-dapet loh. Ya gimana ga mikir sih, namanya mau punya anak, kalau liat Instagram, timeline isinya bayi teman-teman yang lucu-lucu, liat Path sama aja, liat FB juga sama aja. Kadang aku kesal, kenapa kok aku susah sekali punya anak, temen-temanku baru juga menikah, langsung dikaruniai anak. Ada juga temanku yang memakai obat-obatan, merokok, minum alkohol, pasangan loh suami istri begitu, begitu mereka menikah langsung hamil. Iri? Pasti.... Aku tidak merokok, minum alkohol, apalagi mengkonsumsi narkotika. Kesal sekali rasanya...
Ok hari ini hasil semua pemeriksaan sudah selesai, hasil tes darahku bagus semua, namun hasil tes sperma suami sangat jelek.... Mau nangis aku rasanya. Volume spermanya ternyata sedikit, sperma cepatnya tidak ada sama sekali atau 0% yang dimana seharusnya ada 30%, sperma lambatnya hanya 17%, dimana seharusnya ada 50%. Masalah baru datang kembali untuk memiliki anak secara normal. Akhirnya dr. Calvin Tjong merujuk kami ke bagian Family Fertility Center di RSIA Family untuk melakukan inseminasi.. Hik...
Kami langsung pergi kesana esoknya, bertemu dengan dr. Muchsin Jaffar, Sp.PK dan dr. Diah Sartika Sari, Sp.OG, oleh dr. Dian aku di usg transvaginal lagi, pada saat ini aku belum di masa subur, jadi sel telur yang terlihat memang masih kecil-kecil dan jumlahnya banyak (normal), kami disuruh melakukan pemeriksaan sperma ulang, namun kali ini lebih lengkap untuk mengetahui apakah bisa ikut program inseminasi atau tidak dan aku dicek darah lagi untuk pemeriksaan hormon. Kali ini hasilnya cukup lama, seminggu baru keluar hasilnya. Setelah menunggu seminggu, kami kembali lagi untuk konsultasi hasil test-nya, hasilnya cukup untuk melakukan inseminasi. YESSSS!! Total sperma yang bertahan ada 2juta, untuk inseminasi diperlukan sedikitnya 1juta sperma. Inseminasi akan dilakukan dimulai dr hari ke 2 aku mens pertama, lalu selama 14 hari akan dipantau oleh tim Family Fertility Center. Ceritanya nanti lanjut yahhhh waktu aku sudah menjalani inseminasi akhir Mei 2017 ini, doakan kami agar proses inseminasi ini berhasil ya hehe... GBU, terima kasih sudah membaca ^o^
Biaya (krg lbh aku lupa):
Konsultasi dr. Calvin & Transvaginal Rp 450.000,-
HSG RSMCCC Semanggi Rp 2.500.000,-
Cek Darah lengkap Rp 800.000,-
Cek Sperma Rp 190.000,-
Konsultasi ke 2 dr. Calvin Rp 450.000,-
Konsultasi Family Fertility Center dr. Muchsin Rp 500.000,-
USG Transvaginal dr. Diah Rp 300.000,-
Cek darah hormon Rp 1.500.000,-
Cek Sperma lengkap Rp 555.000,-
Komentar
Posting Komentar